Palembang (Kemenag Humas),
Enam guru MIN 1 Kota Palembang mengikuti kegiatan Peningkatan Kompetensi Literasi Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Angkatan 1 yang diselenggarakan oleh Direktorat GTK Madrasah, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Presisi Polda Sumatera Selatan pada Sabtu 29 Agustus 2026, sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran. Keenam guru MIN 1 Kota Palembang yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Mardalena, S.Pd.I., M.Pd., Linda Sari, S.Pd.I., Siti Indah Oktaviani, S.Pd., Gr., M.Si., Elly Azizah, S.Pd.I., M.Pd., Sri Afriany, S.Pd., dan Taufiqurrachman, S.Pd.I.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada para guru untuk memperluas wawasan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Salah satu fokus utama pelatihan adalah pemanfaatan Generative AI dan Gemini AI sebagai asisten mengajar yang dapat membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Selain pemanfaatan AI, peserta juga mendapatkan materi mengenai formulasi Prompting PARTS yang dapat digunakan dalam penyusunan modul ajar modern. Pemahaman terhadap teknik prompting diharapkan mampu membantu guru menghasilkan perangkat pembelajaran yang lebih efektif serta mendukung proses perencanaan pembelajaran berbasis teknologi.
Keikutsertaan enam guru MIN 1 Kota Palembang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik. Penguasaan teknologi digital dinilai semakin penting agar guru mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter dan keislaman.
Melalui kegiatan ini, MIN 1 Kota Palembang terus mendorong terwujudnya ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan sains dan teknologi. Dengan guru yang kompeten dan melek digital, madrasah optimistis dapat memberikan pengalaman belajar yang semakin inovatif, bermakna, dan berkualitas bagi peserta didik.